JAKARTA – Perumda Dharma Jaya mencatatkan capaian penting dalam menjaga ketahanan pangan Jakarta dengan total kumulatif sebanyak 3.139 ekor sapi yang telah didatangkan secara mandiri dari Australia. Angka ini digenapi dengan kedatangan 590 ekor sapi tahap atau shipment ke-7 yang tiba di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2).
“Fokus utama kami hari ini adalah memastikan ketahanan pangan DKI Jakarta tetap terjaga, khususnya melalui penyediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau bagi warga,” ujarnya.
Kedatangan 590 ekor sapi jantan dengan bobot rata-rata 360 kg ini dipersiapkan untuk mengamankan stok pangan menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Lebih lanjut, Raditya menegaskan bahwa keberhasilan impor mandiri setelah vakum selama 28 tahun ini merupakan bukti transformasi bisnis Dharma Jaya. Ia menyampaikan bahwa Dharma Jaya siap mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung agenda strategis Pemerintah Pusat.
“Kami siap untuk mendukung penuh program strategis Kementerian Pertanian di bidang pangan protein hewani. Perumda Dharma Jaya tidak hanya siap berkontribusi untuk Jakarta, tetapi juga siap memberikan kontribusi lebih besar bagi kedaulatan pangan Indonesia melalui penguatan jaringan kemitraan internasional dan pendistribusian,” tegas Raditya.
Dalam kegiatan peninjauan tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung ke dalam kapal, menyaksikan serah terima dokumen resmi dari vendor, hingga prosesi pelepasan sapi ke truk pengangkut yang akan dikirim menuju feedlot Serang milik Dharma Jaya. Seluruh aktivitas ini dilakukan dengan protokol keamanan ketat guna menjamin kualitas sapi yang akan dikonsumsi masyarakat.
Melalui langkah ini, Dharma Jaya berfungsi sebagai instrumen vital Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengendalikan inflasi daerah serta memastikan kebutuhan warga atas pangan hewani terpenuhi secara berkelanjutan.
