Jakarta – Menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 H/2026 M, Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan daging sapi dan ayam dalam kondisi aman serta harga tetap terkendali bagi masyarakat Jakarta.
BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut telah menyiapkan stok dalam jumlah signifikan, sekaligus tambahan pasokan sapi impor untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode Ramadan dan Lebaran.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyampaikan bahwa saat ini stok daging sapi mencapai 1.246 ton, sementara stok daging ayam tersedia sebanyak 435 ton. Selain itu, terdapat 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar.
“Menjelang Ramadan, kami memastikan stok dalam kondisi aman. Bahkan pada akhir Februari akan datang tambahan sekitar 500–600 ekor sapi dari Australia. Jika diperlukan, kami masih memiliki cadangan sekitar 1.000 ekor untuk mendukung stabilisasi harga,” ujar Raditya
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis di ibu kota.
Antisipasi Lonjakan Permintaan Horeka
Kebutuhan daging di Jakarta tergolong tinggi. Dalam satu tahun, kebutuhan daging sapi mencapai sekitar 73.100 ton, sedangkan kebutuhan daging ayam mencapai 182.230 ton.
Selama Ramadan, konsumsi daging tidak menurun, bahkan cenderung meningkat, terutama dari sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).
“Berdasarkan data kami, penggunaan terbesar berasal dari sektor horeka. Restoran saat berbuka puasa hampir selalu penuh. Karena itu, kami sudah menghitung kebutuhan tersebut dalam perencanaan stok agar tidak terjadi kelangkaan maupun gejolak harga,” jelas Raditya.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Perumda Dharma Jaya juga menjaga harga tetap kompetitif. Saat ini, harga daging sapi paha belakang berada di kisaran Rp135.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan sejumlah pelaku usaha lain yang berada pada kisaran Rp139.500–Rp140.000 per kilogram.
“Sebagai BUMD, kami tidak semata berorientasi pada keuntungan. Prioritas kami adalah menjaga daya beli masyarakat serta memastikan akses pangan yang terjangkau,” tegasnya.
Serta, untuk mendukung stabilitas distribusi, Perumda Dharma Jaya saat ini memiliki fasilitas cold storage berkapasitas 800 ton di Cakung, Jakarta Timur.
Ke depan, kapasitas tersebut akan diperluas melalui pembangunan gudang pendingin baru berkapasitas 5.000 ton, sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat ketahanan pangan Jakarta.
Raditya menegaskan bahwa pengamanan stok dan harga dilakukan melalui koordinasi intensif dengan dinas terkait, importir, serta pelaku usaha lainnya.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan dan harga daging,” tutupnya.
