Total: Rp99.000

Kunjungan Delegasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta di Provinsi NTB

 

Mataram (4/7/2019). Dalam rangka menjajaki kerjasama sektor pangan antara pemprov DKI Jakarta dengan Pemprov. Nusa Tenggara Barat (NTB) Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) DKI Jakarta mengundang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta cluster Pangan dan Perpasaran yakni PD. Dharma Jaya dihadiri langsung oleh Direktur Utama, Johan Ramadhon dan Sekretaris Badan Pengawas, Salman Dianda Anwar, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arif Nasruddin, Direktur Utama PT. Food Station Cipinang Jaya, Arief Adi Prasetyo, Mujiati, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas KPKP DKI Jakarta, Tim BI.

Kujungan Delegasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta ini dipimpin langsung, Hamid Ponco selaku KPW Bank Indonesia DKI Jakarta. Rombongan yang berjumlah 15 orang ini mendapat sambutan hangan dalam jamuan makan malam di rumah Dinas Kepala Perwakilan BI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Achris Sarwani. Tampak hadir juga dalam pertemuan ini, Direktur Utama PT. Gerbang NTB Emas (BUMD NTB), Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTB, Dinas Perdagangan dan anggota tim TPID NTB lainnya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkifliansyah dalam sambutannya berharap pemprov DKI  Jakarta khususnya BUMD Cluster Pangan  dan Perpasaran dapat menjalin kerjasama dalam rangka pemenuhan berbagai bahan pangan dan produk lokal andalan yang berasal dari NTB untuk keoerluan warga Jakarta. " Selamat datang para delgasi TPID DKI Jakarta, kami berharap kunjungan ini dapat melahirkan kerjasama kongkrit antara NTB dan DKI Jakarta melalui BUMD kami, GNC dengan Perusahaan Daerah DKI Jakarta. Kami mempunyai memiliki produksi ternak seperti sapu, jagung, beras, kopi serta produk-produk pangan lainnya. Juga bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengelolaan BUMD bagi BUMD NTB, Gerbang NTB Emas (Persero) sehingga dapat menggerakkan ekonomi di daerah ini", menyampaikan sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Hamid Ponco KPW BI DKI Jakarta menekankan bahwa Jakarta menyumbang 20% secara nasional tingkat inflasi. Olehnya itu mengamankan pasokan bahan pangan Jakarta sangat penting artinya, jelasnya.

Kunjungan yang akan berlangsung 4 - 6 Juli 2019 ini juga akan dilanjutkan denga Focus Group Disscusion (FGD) sebagai narasumber BI DKI Jakarta, PD. Dharma Jaya, Perumda Pasar Jaya dan PT. Food Station Cipinang Jaya, Dinas KPKP DKI Jakarta bersama BI NTB, Dinas Peternakan NTB, Dinas Perdagangan dan BUMD NTB, PT. Gerbang NTB Emas (Persero).

DKI Jakarta banyak menjadi referensi, kunjungan dan contoh bagi daerah lain dalam pengendalian inflasi daerah karena kemampuan mengendalikan tingkat inflasi dengan kerjasama pihak terkait yang tergabung di TPID meski sebagian besar pasokan pangannya berasal dari berbagai daerah sentra. Hal ini juga karena adanya BUMD pangan dan perpasaran yang salah satu tujuan utama pembentukannya dalam rangka kedaulatan pangan.(SDA)