Tentang Perusahaan

Perusahaan Daerah Dharma Jaya didirikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor: Ib.3/2/17/1966 tanggal 24 Desember 1966 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 78 Tahun 1971 pada tanggal 2 Agustus 1971. Kemudian dipertegas dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 1985 dan disempurnakan lagi dengan Perda No. 11 Tahun 2013.

Pada awal pendiriannya, PD. Dharma Jaya merupakan penggabungan dari 3 unsur terkait yaitu :

  1. Jawatan Kehewanan DKI Jakarta yang mengelola Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di DKI Jakarta.
  2. PN Perhewani Unit Yojana yang bergerak dalam pengelolaan pabrik corned beef, pabrik kaleng, kamar pendingin, pabrik es, percetakan, pergudangan, dan perbengkelan.
  3. PKD Jaya Niaga dan Niaga Jaya yang mengelola peternakan sapi, perkebunan dan pergudangan.

Landasan pola pemikiran penggabungan tiga unit usaha adalah :

  1. Meningkatkan efisiensi dan manfaat RPH sebagai sumber keuangan Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
  2. Meningkatkan mutu pelayanan umum dengan semakin pesatnya perkembangan kota Jakarta.
  3. Pengelolaan usaha berkaitan dengan produk kehewanan dalam bentuk perusahaan agar berkembang lebih baik sesuai kebutuhan DKI Jakarta.

Dalam perjalanannya beberapa kegiatan usaha yang tidak efisien dilikuidasi sehingga kegiatan usaha yang dikelola PD. Dharma Jaya saat ini adalah:

  1. Perdagangan Ternak dan Daging di Jl. Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur
  2. RPH Sapi/Kerbau di Jl. Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur
  3. RPH Babi di Jl. Peternakan II, Kapuk, Jakarta Barat
  4. RPH Kambing/Domba di Jl. Palad, Pulogadung, Jakarta Timur
  5. Jasa Cold Storage di Jl. Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur dan Jl. Palad, Pulogadung, Jakarta Timur
  6. Penggemukan Sapi di Desa Sukawana, Serang, Propinsi Banten

Semenjak awal pendirian sampai dengan tahun 2001, fokus utama kegiatan usaha PD. Dharma Jaya adalah jasa RPH. Namun seiring dengan perkembangan iklim usaha, PD. Dharma Jaya merubah visinya dengan menjadikan sektor perdagangan sebagai bisnis inti (core business), sedangkan jasa RPH menjadi bisnis penunjang (core competency).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *